Konsep ketahanan nasional Indonesia diadopsi
dalam kerjasama ASEAN
‘ Indonesia merasa bangga dengan diadopsinya konsep ketahanan nasional dalam kerjasama negara-negara anggota ASEAN’, demikian antara lain disampaikan oleh Gubernur Lemhanas, Prof. Dr. Muladi, dalam ceramahnya di Chatham House, London , yang bertema Indonesian National Resilience in the Framework of ASEAN pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2010. Menurut Prof Muladi, Lemhanas memiliki peranan yang cukup penting dalam mendorong ketahanan kawasan regional dalam kerangka ASEAN serta dalam proses pengembangan konsep national resilience menjadi regional resilience melalui ASEAN Social-Political Community.
Dalam ceramah yang berlangsung selama 1 jam tersebut, Prof Muladi menjelaskan mengenai pengalaman Indonesia dalam membangun ketahanan nasional yang didasarkan pada pendekatan yang menyeluruh, komprehensif, terintegrasi, dan kohesif dari sejumlah aspek ketahanan seperti geografi, penduduk, kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan dan keamanan. Ditambahkan pula bahwa ketahanan nasional Indonesia mengacu pada konsep comprehensive security yang mencakup state security dan human security.
Prof. Muladi yang pada kesempatan ceramah tersebut didampingi oleh Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang, Sekretaris Utama Lemhanas, juga menyampaikan penjelasan bahwa ketahanan nasional Indonesia secara alamiah lebih bersifat defensif, less militeristic, dan inward looking. Menurut Gubernur Lemhanas tersebut, Ketahanan nasional yang secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai kemampuan untuk pulih dari kondisi tidak terduga memiliki berbagai model seperti engineering resilience—kemampuan negara untuk keluar dari krisis dan kembali pada situasi normal, ecological resilience—kemampuan negara untuk mengadopsi dan mengadaptasi perubahan positif dari pembangunan serta anticipatory resilience yaitu kemampuan untuk merasionalisasi, memprediksi dan mengantisipasi beragam tantangan dan perubahan dimasa mendatang.
Ceramah Gubernur Lemhanas di Chatham House tersebut dihadiri oleh sejumlah peserta yang antara lain berasal dari Kemlu Inggris (FCO), London School Of Economy and Political Science (LSE), anggota Chatham House, perwakilan kedutaan besar di Inggris dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dalam sesi tanya-jawab, berkembang diskusi yang terkait dengan sejumlah pertanyaan mengenai konsep ketahanan nasional Indonesia , masa depan integrasi ASEAN dalam menyikapi isu kawasan, isu korupsi HAM dan low carbon economy (climate change), serta ancaman terhadap ketahanan nasional Indonesia .
Gubernur Lemhanas hadir memberikan ceramah di lembaga Think Tank bergengsi tersebut atas undangan dari Chatham House. Pada kesempatan yang sama, sekitar 43 peserta program Studi Strategis Luar Negeri Lemhanas juga juga berkunjung ke Inggris antara lain dengan melakukan sejumlah pertemuan di sejumlah lembaga dan kementerian Inggris, antara lain Departemen Pertahanan, Kementrian Luar Negeri, UKTI dan beberapa industri strategis.









