Unsyiah Aceh harapkan kerjasama dengan konsorsium 13 Universitas di Inggris terus berlanjut

 

Universitas Syiah Kuala Aceh mengharapkan agar kerjasama dengan 13 universitas di Inggris yang menjadi bagian dari program Aceh Scholarship Scheme dapat terus berlanjut, demikian dinyatakan oleh Dr. Yunardi, dosen Universitas Syiah Kuala Aceh yang hadir mewakili Rektor Aceh di Pagelaran Budaya sebagai apresiasi kepada Universitas Inggris pemberi beasiswa Program Aceh Scholarship Scheme, di gedung Stage@leeds, Universitas Leeds pada hari Kamis tanggal 1 Juli 2010.

Menurut Dr Yunardi, para mahasiswa Universitas Syiah Kuala Aceh mengharapkan agar dapat dibangun kerjasama antara Universitas di Aceh dengan Universitas di Inggris melalui program pertukaran mahasiswa maupun kerjasama riset walaupun Program Aceh Scholarhip Scheme telah berakhir.

Salah satu penerima beasiswa asal Aceh yang juga memberikan sambutan pada acara tersebut, Elizar Mustopha, menyatakan bahwa beasiswa yang diberikan oleh konsorsium universitas di Inggris tersebut sangat berarti bagi dirinya tidak hanya merupakan kesempatan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi tetapi juga untuk membangun jejaring dengan professor dan pengajar universitas di Inggris. Menurut Elizar yang saat ini tengah menyelesaikan program doktor di bidang Teknik Kimia di Universitas York menyatakan bahwa kesempatan mendapatkan beasiswa Program Aceh Scholarship Scheme bagi dirinya seperti suatu mimpi yang menjadi kenyataan.

Acara Pagelaran Seni Budaya Indonesia tersebut dibuka dengan sambutan oleh Rektor Universitas Leeds, Professor Michael Arthur yang menyampaikan mengenai latar belakang Program Beasiswa kepada para pengajar di Universitas di Aceh oleh 13 Universitas di Inggris setelah Aceh terkena bencana Tsunami tahun 2004. Menurut Professor Arthur, program beasiswa yang digagas oleh Universitas Leeds tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2005 selama 5 tahun dengan pemberian beasiswa sebanyak 54 program master dan 2 program doktor kepada para pengajar di Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniri di Propinsi Nanggro Aceh, Indonesia.

Sementara itu ucapan terima kasih dan penghargaan kepada 13 Universitas Inggris peserta Program Aceh Scholarship Scheme disampaikan pula oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Yuri Thamrin dalam kata sambutannya di Acara tersebut. Menurut Duta Besar Yuri Thamrin, acara pagelaran kesenian Indonesia yang ditampilkan oleh para murid Sekolah Labs School yang khusus datang dari Jakarta ke Universitas Leeds merupakan salah satu bentuk apresiasi dari Pemerintah Indonesia maupun masyarakat Aceh atas kepedulian dan kerjasama yang ditunjukan oleh Universitas Leeds maupun universitas lainnnya dalam membantu rakyat Aceh melalui pemberian beasiswa kepada para pengajar di universitas Aceh tersebut.

Acara yang dimeriahkan dengan tari-tarian dari beberapa daerah di Indonesia termasuk dengan Tari Saman yang dipersembahkan oleh para siswa/siswi LabSchool Jakarta tersebut dihadiri oleh lebih dari 150 pengunjung yang terdiri dari staf pengajar Leeds University, para wakil dari universitas di Inggris pemberi beasiswa, para penerima beasiswa, mahasiswa dan mahasiswi Universitas Leeds, para pelajar mahasiswa/i Indonesia di Inggris serta masyarakat umum. Sebelum acara pagelaran kesenian tersebut telah dilangsungkan resepsi serta eksibisi foto mengenai kerusakan dan korban di NAD pasca Tsunami tahun 2004 serta proses pembangunan kembali Provinsi Aceh pasca Tsunami.

.