Menteri negara urusan keamanan Inggris hadiri Resepsi Idul Fitri KBRI London

 

Menteri Negara Urusan Keamanan Inggris, Baroness Neville Jones, termasuk salah seorang tokoh terkemuka Pemerintahan Inggris yang hadir pada resepsi yang diselenggarakan oleh KBRI London dalam rangka silaturahmi perayaan Idul Fitri 2010 yang diselenggarakan di Gedung KBRI London pada hari Rabu,  tanggal 22 September 2010.   

.   Tokoh-tokoh lain dari kalangan Pemerintahan dan Parlemen  yang tampak terlihat hadir adalah Dirjen Asia Pasifik Kemlu Inggris, Scott Wightman, Mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Charles Humprey  dan anggota parlemen dari Partai Konservatif, Rehman Chisti MP.  Sementara tokoh-tokoh muslim Inggris yang terlihat hadir  adalah Dr. Farhan Nizami, Direktur  Oxford Centre for Islamic Study dan Dr. Muhammad Bari, mantan Sekjen Muslim Council of Britain.

 

 

 

Acara Resepsi ini merupakan inisiatif KBRI untuk menjalin dan mempererat hubungan kerja yang telah terbina dengan baik selama ini dengan berbagai kalangan di Inggris, terutama tokoh-tokoh terkemuka Muslim Inggris yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, anggota parlemen, akademisi dan media serta para duta besar dari beberapa negara sahabat.  Pada kesempatan resepsi ini juga hadir delegasi dari Komisi III DPR RI yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Inggris.

Dalam sambutannya selain menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Firti, Duta Besar RI di London, Yuri O. Thamrin juga menyampaikan makna Hari Raya Idul Fitri yang di Indonesia disebut Lebaran sebagai  suatu kesempatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan hubungan sosial antara keluarga dan handai-taulan.

Selain itu, Dubes Yuri menyampaikan juga komitmen kuat KBRI London untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Inggris di berbagai tingkat seperti pemerintahan, parlemen, bisnis, dan antar masyarakat.  Dubes Yuri mengakui pula mengenai peranan penting komunitas Muslim Inggris dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Inggris, khususnya dalam bidang dialog antar agama dan peradaban.

Acara tersebut memperoleh sambutan dan apresiasi yang sangat positif dari para undangan, mengingat bahwa hal tersebut merupakan kegiatan yang unik dan jarang dilakukan oleh Perwakilan Diplomatik di Inggris.  Selain merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan pihak KBRI, ajang tersebut juga dimanfaatkan untuk saling mengenal dan meningkatkan hubungan antara berbagai pihak yang hadir.

Para undangan juga sangat menikmati makanan Indonesia yang disajikan pada malam itu antara lain seperti sate, rendang dan gado-gado.  Di meja yang terpisah, KBRI London juga menyajikan makanan dari Timur Tengah dari restaurant terkenal di London, Maroush Restaurant.

 

 

.