Indonesia - UK Islamic Advisory Group, 29 - 31 January 2007
 
Latar belakang IAG ( English version )
 
1
Upaya mengembangkan budaya dialog, toleransi dan upaya untuk saling memahami dan menghormati antar sesama umat beragama dan peradaban menjadi agenda penting dalam menghilangkan kecurigaan dan kesalahpahaman antara Islam dan Barat. Upaya ini selain dapat menjadi counter dari radikalisme, juga diharapkan dapat membuka hubungan kerjasama yang harmonis antara Islam dan Barat.
2
Indonesia dan Inggris yang mewakili dua peradaban tersebut dapat menjadi garda terdepan dalam mengembangkan dialog Islam dan Barat. Indonesia sebagai negara demokratis yang berpenduduk mayoritas muslim moderat dapat menepis stereotip pandangan Barat yang melihat Islam sebagai agama dan peradaban yang penuh dengan ajaran kekerasan dan tidak kompatibel dengan demokrasi. Sebaliknya Inggris sebagai negara Barat yang multikultural dapat mengikis pandangan bahwa Barat saat ini disinyalir berupaya menghancurkan peradaban Islam.
3
Hasil Joint Statement PM Inggris dan Presiden Rl pada kunjungannya ke Indonesia pada bulan Maret 2006 memberikan mandat untuk membentuk sebuah forum yang dinamakan Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang diharapkan dapat menjadi forum untuk mendorong upaya-upaya dialog Islam dan Barat dimaksud. Forum ini juga diharapkan dapat memberdayakan kaum moderat dari Islam dan Barat.

II.     TUJUAN DAN PRINSIP INDONESIA-UK ISLAMIC ADVISORY GROUP

4 Forum ini diharapkan akan menjadi wadah untuk:
-
Dialog dan interaksi antara tokoh-tokoh muslim dari kawasan Timur dan Barat yang diwakili oleh tokoh muslim Indonesia dan Inggris.
-
Mendorong upaya dialog dan kerjasama antara masyarakat Barat dan Timur yang ditujukan untuk peningkatan saling pengertian, persaudaraan, kerjasama dan harmoni melalui pertukaran pemuda, tokoh agama, akademisi, jurnalis, dan pelatihan serta saling kunjung.
5
Sementara itu, prinsip-prinsip utama dari Forum ini adalah:
-
Mengembangkan dialog yang konstruktif antara kelompok peradaban;
-
Meningkatkan   saling   pengertian,   saling   menghormati   dan persaudaraan;
-
Menolak stigmatisasi agama dan/atau  identifikasi terorisme dengan agama tertentu;
-
Mendorong peningkatan perdamaian, keamanan dan kesejahteraan yang adil;
-
Mengembangkan prinsip-prinsip saling menghormati, saling pengertian dan global peaceful coexistence;
-
Memberdayakan kaum moderat (ummatan wasatan) untuk menjembatani berbagai perbedaan dan membangun harmoni antara berbagai kelompok peradaban;
-
Mengajak negara-negara dan berbagai institusi pemerintah dan swasta pada tingkat nasional maupun internasional untuk membangun kemitraan yang kuat dalam memobilisasi berbagai sumber daya dan dana dalam rangka memberdayakan kaum moderat.
6
Mengajak negara-negara dan berbagai institusi pemerintah dan swasta pada tingkat nasional maupun internasional untuk membangun kemitraan yang kuat dalam memobilisasi berbagai sumber daya dan dana dalam rangka memberdayakan kaum moderat.
   
III.    BENTUK KEGIATAN
   
7
Bentuk kegiatan forum ini adalah
-
Roundtable Discussion mengenai isu-isu aktual yang menyangkut Islam di Barat dan Timur
-
Publication sebagai upaya mengkampanyekan kehidupan yang toleran dan anti kekerasan.
-
Interfaith and Civilization Visit and Dialogue dengan mengunjungi pemimpin pemerintahan, politisi, parlemen, tokoh-tokoh agama, media dan organisasi kepemudaan di masing-masing Negara.
-
Interfaith and Civilization Cooperation in Action sebagai upaya memberikan contoh dan kampanye kongkrit mengenai kerjasama antara tokoh-tokoh muslim dari Timur dan Barat.
   
IV.    ANGGOTA INDONESIA-UK ISLAMIC ADVISORY GROUP
   
8
Kelompok atau forum ini akan diisi oleh 14 tokoh Islam dari Inggris dan Indonesia dengan komposisi 7+7. Kelompok ini akan bekerja sebagai satu kesatuan dan hasil pembahasan merupakan pandangan kelompok dan forum. Selain tokoh agama, kelompok ini juga terdiri dari tokoh pemuda dan wanita.
   
 

Information Department, Indonesian Embassy
Islamic Advisory Group contact info : bidpensosbud@indonesian-embassy.org.uk