| home | news |



PPI Skotlandia Berbatik Ria di Jantung Kota Glasgow

          Tidak hanya kota-kota besar di Indonesia saja yang dilanda demam batik. Di Glasgow yang merupakan kota terbesar di Skotlandia,  sejumlah pelajar dan masyarakat Indonesia, berbaur dengan masyarakat lokal, ikut berbatik berkaitan dengan dikukuhkannya seni batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, Jumat, 2 Oktober 2009.  Udara Glasgow yang berangin dengan suhu berkisar 11-15 derajat celsius ternyata tidak mengurungkan niat untuk menghadiri acara bertajuk “A Touch of Batik in the Heart of Glasgow” di St George Square yang juga dikenal sebagai lapangan merah Glasgow.
          “Di manapun kita berada, sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga karena seni batik Indonesia mendapat tempat di mata internasional,” tutur Ketua PPI Skotlandia 2009/2010 Ilham Fajar Astomo, mahasiswa postgraduate International Finance and Accounting di Universitas Glasgow.
          Acara yang diprakarsai PPI Skotlandia ini selain dimaksudkan sebagai wujud dukungan dan apresiasi terhadap batik sebagai warisan dunia, juga dimaksudkan sebagai forum silaturahmi pengurus baru PPI Skotlandia (2009/2010) sekaligus ajang promosi budaya Indonesia karena diselenggarakan di tengah Scotcampus Fair 2009 yang merupakan acara tahunan terbesar penyambutan mahasiswa baru seantero negeri yang dikenal dengan alat musik bagpipe dan kilt tartan itu.