| home | news |

 

Launching film dokumenter “Voices of Change from the Forests of Indonesia” oleh Department for International Development (DFID)

 
 
 

Pada tanggal 29 November 2007 Department for International Development (DFID) telah menyelenggarakan acara launching film dokumenter berjudul “Voices of Change from the Forests of Indonesia”. Launching film dimaksud merupakan bagian dari rangkaian launching sejumlah publikasi yang disponsori oleh DFID yaitu “Crime and Persuasion: Tackling Illegal Logging, Improving Forest Governance” dan “Illegal Logging: Tackling Crime, Improving Livelihood”.

Acara yang berlangsung di salah satu ruangan di gedung DFID tersebut dihadiri oleh pejabat-pejabat terkait dari Department for International Development (DFID) dan Foreign and Commonwealth Office (FCO), wakil-wakil dari LSM lingkungan, antara lain dari Environmental Investigation Agency (EIA) , WWF, Forest Monitor dan Global Witness serta sejumlah media a.l. BBC, Reuter, British Satellite News, ITN/Channel 4, Bloomberg dan The Independent. Turut hadir mewakili Indonesia dan bertindak sebagai salah satu nara sumber utama adalah KUAI RI, Bpk. Dewa Made J. Sastrawan yang didampingi oleh KUAI, Counsellor Ekonomi, Counsellor Pensosbud dan Sekretaris Tiga Ekonomi.

Dalam sambutannya KUAI RI menyampaikan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Inggris telah membawa dampak positif khususnya bagi penanganan masalah illegal logging. Kerja sama tersebut semakin intensif dengan ditandatanganinya “MoU on Cooperation to Improve Forest Law Enforcement and Governance to Combat Illegal Logging and the International Trade in Illegally Logged Timber and Wood Products” pada bulan April 2002.

Dalam keynote addressnya, Parliamentary Under-Secretary for Business, Enterprise and Regulatory Reform, Mr. Gareth R. Thomas, MP, menekankan pentingnya kerjasama internasional untuk mengatasi deforestasi dalam konteks perubahan iklim. Dalam kaitan ini ia juga menyampaikan harapan Pemerintah Inggris agar pada Pertemuan COP-13 di Denpasar Bali yang sedang berlangsung  dapat dihasilkan kesepakatan penanganan dampak perubahan iklim yang efektif, mencakup pengembangan platform/kerangka aksi penanganan masalah deforestasi, termasuk penetapan mekanisme insentif dalam pelaksanaan/pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Gareth Thomas juga menyatakan bahwa sebagai kelanjutan MOU dimaksud Pemerintah Inggris akan memberikan komitmen awal sebesar £ 5 juta untuk periode waktu 3 tahun dari tahun 2007-2010 untuk mendukung upaya Departemen Kehutanan RI memerangi pembalakan liar melalui kegiatan tata pengelolaan hutan/forest governance (dari total komitmen Inggris sebesar £25 juta). 

Dalam sesi diskusi panel, KUAI RI juga menginformasikan kesiapan Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan Pertemuan COP ke-13 Konvensi Perubahan Iklim dan COP/MOP (CMP) ke-3 Protokol Kyoto di Bali tanggal 3-14 Desember 2007 mendatang. Ditegaskan bahwa serangkaian konsultasi dengan negara-negara kunci telah dilakukan termasuk dengan Inggris untuk menggalang kesepakatan dalam pertemuan di Bali. Diinfokan bahwa pada Pertemuan Informal Tingkat Menteri mengenai Perubahan Iklim yang diselenggarakan tanggal 24-25 Oktober 2007 di Bogor, telah mengindikasikan adanya harapan ke arah dapat dicapainya kesepakatan secara bersama untuk mengatasi masalah perubahan iklim tersebut.  KUAI RI juga menyampaikan harapan Pemri agar pertemuan di Bali dapat menghasilkan komitmen mengenai kerangka kerja (roadmap) penanganan dampak perubahan iklim pasca 2012.(KBRI London/RC)