| home | news |

 

KBRI menjadi tuan rumah ceramah mengenai Pangeran Diponegoro

Melalui kerjasama dengan Anglo-Indonesian Society, pada Senin, 10 Desember 2007, KBRI London telah menjadi tuan rumah sebuah ceramah (talk) berjudul “Prince Dipanegara, Islam and the Challenge of the West”. Ceramah diberikan oleh Profesor Peter Carey, seorang dosen sejarah dan peneliti di Trinity College, Oxford University.

Ceramah dimaksud merupakan pengantar dari sebuah biografi Pangeran Diponegoro yang disusunnya berdasarkan riset yang telah dilakukan selama kurang-lebih 35 tahun di sejumlah perpustakaan di Leiden dan Den Haag serta Arsip Nasional Jakarta. Biografi dimaksud diberi judul “The Power of Prophecy: Prince Dipanegara and the End of Old Order in Java, 1785-1855”. Biografi dalam bentuk sebuah buku tersebut menurut rencana akan dilaunch di Leiden, pada hari Senin, 17 Desember 2007.

Dalam ceramah tersebut disinggung latar belakang kehidupan Pangeran Diponegoro semenjak ia masih muda termasuk proses pendewasaan pemikirannya yang dikatakan banyak dipengaruhi oleh pemikiran berbagai figur penting dalam sejarah Jawa antara lain Sunan Kalijogo, yang kemudian membawanya kepada pilihan untuk memerangi kekuatan penjajah dengan berlatar belakang selaku seorang tokoh agama.

Ceramah juga memberikan gambaran mengenai sistem sosial masyarakat Jawa pada awal abad 18 yang diwarnai oleh cukup kuatnya peranan wanita dalam kehidupan keseharian masyarakat dan sistem perdagangan yang dikatakan telah sangat maju sehingga dapat dikatakan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama lebih dari 35 tahun, Profesor Peter Carey telah menghasilkan sejumlah buku yang sangat penting mengenai sejarah Jawa yaitu antara lain “Archive of Yogyakarta”, “Babad Dipanagara: An Account of the Outbreak of the Java War (1825-1830)” ; dan  “The British in Java, 1811-1816: a Javanese Account”. (KBRI London/KP)