| home | news |



PRESS RELEASE
PR/01/04 /09

Partai Demokrat tetap dalam posisi teratas dalam pengumpulan suara Pemilu Legislatif di TPS KBRI London

Hasil penghitungan suara di KBRI London yang dilakukan pada hari Minggu tanggal 19 April di KBRI London terhadap 797 surat suara yang dinilai sah yang diterima melalui pos untuk Pemilu Legislatif menempatkan Partai Demokrat dalam posisi teratas yaitu 265 suara.  Sementara itu posisi kedua ditempati  oleh Partai Keadilan Sejahtera  dengan 232 suara dan secara berturut-turut  Partai PDIP dengan 75 suara, Golkar 63 suara dan Partai Damai Sejahtera sebanyak 36 suara.

Dengan demikian hasil penghitungan suara final pada Pemilu Legislatif baik yang dilakukan secara langsung di TPS KBRI London maupun melalui surat tetap menempatkan Partai Demokrat di posisi teratas dengan jumlah suara 330 suara atau sekitar 34,9 persen.  Sementara Partai Keadilan Sejahtera  mendapatkan  252 suara atau 26,7 persen, PDIP mendapatkan  87 suara atau 9,2 persen, Golkar mendapatkan 79 suara atau 8,3 persen dan PDS mendapatkan 39 suara atau 4,3 persen.

Penghitungan suara yang dilakukan di KBRI London telah berlangsung selama 2 hari, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu. Selain panitia Pemilu Luar Negeri KBRI London, penghitungan suara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Partai dan anggota Badan Pengawas Pemilu Luar Negeri (Bawaslu).

Proses penghitungan suara yang cukup alot terjadi ketika harus menentukan sah atau tidaknya surat suara yang masuk.  Dari 924 suara yang diterima melalui pos dan sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap PPLN Inggris, panitia  memutuskan 127 suara  tidak sah.  Demikian pula sekitar 129 surat suara yang diterima PPLN tidak melampirkan formulir C-4 nya sehingga dinilai juga tidak sah.

Namun demikian proses penghitungan suara final oleh PPLN untuk wilayan Inggris dan Irlandia berjalan dengan tertib dan lancar.  Menurut Ketua PPLN untuk wilayah Inggris dan Irlandia, Saharman Gea, pengalaman dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif akan dijadikan bahan instropeksi dan pembelajaran bagi  penyelenggaraan Pemilu yang lebih baik untuk Pemilihan Presiden pada bulan Juli nanti.

 

London, 20 April 2009